Kamis, 28 November 2013

Teknologi Media Sosial sebagai Alternatif Pengajaran di Kelas?




Pensil dan kertas telah menjadi bagian penting bagi siswa untuk belajar di kelas. Dan dengan makin pesatnya perkembangan teknologi informasi, mungkinkah teknologi media sosial menjadi alternatif siswa untuk belajar di kelas?
Anak-anak kini mengenal teknologi sejak usia dini, bahkan sebelum mereka masuk ke pendidikan sekolah sudah akrab dengan teknologi. Mereka sudah akrab bermain dengan komputer tablet dan berinteraksi secara online, bahkan terbiasa menerima informasi secara cepat dari internet.
Di sini menuntut para pengajar untuk berkembang dan up to date. Memfungsikan teknologi dan media sosial sebagai alternatif pengajaran di kelas. Bukankah siswa sudah terbiasa menerima informasi secara cepat di internet? 
Pengajar harus bisa mengikuti kebutuhan siswanya. Di sinilah teknologi dan media sosial menjadi penting perannya. Bukan hanya meningkatkan ketrampilan mereka dalam penggunaan teknologi, tetapi juga menikmati manfaat pengajaran melalui teknologi, seperti:
·           Kolaborasi - siswa bisa belajar dan berkolaborasi dengan teman dan gurunya kapanpun dan dimana saja.
·           Umpan balik dan Dorongan - siswa bisa sharing untuk mendapat umpan balik serta dorongan dari teman-temannya secara online.
·           Komunikasi - media sosial membuat guru dan siswa bebas berkomunikasi di luar kelas, karena informasi bergerak sangat cepat dan tidak mungkin menunggu dalam pertemuan di kelas.
Apa Yang Perlu Diwaspadai?
Teknologi bukanlah untuk mengganti sistem pengajaran di kelas ataupun mengganti peran pengajar. Teknologi hanya sebagai pelengkap dalam pengajaran dan bukan untuk menggantikannya. Itulah mengapa pendidikan karakter mengharuskan sistem pengajaran yang utuh antara guru dan siswanya.
Siswa terbiasa membuat gagasan pendek, cepat, parsial dan tidak utuh, karena itulah kebiasaan yang sering dilakukan dalam media sosial. Sementara untuk keperluan tugas sekolah kebiasaan menulis yang baik, mendalam dan utuh menjadi tujuan utamanya. Proses inilah yang didapat dari pengajaran di kelas.
Berbahasa dalam komunikasi di media sosial adalah berbeda dengan bahasa dalam penulisan akademis, dan siswa harus senantiasa memahami perbedaan-perbedaan yang terus berkembang ini. Jadi pengajaran di kelas menjadi tidak bisa dielakkan.
Apa Yang Diharapkan dari Alternatif Pengajaran Ini?
Siswa sudah sangat akrab dengan teknologi, dan mereka rata-rata menikmati teknologi. Mengajar dengan memanfaatkan teknologi akan membuat cara belajar yang lebih bergairah untuk siswa, sehingga siswa terus belajar dan belajar. Pengajar juga bisa berkomunikasi tidak hanya dengan siswanya, melainkan juga dengan orang tua siswa untuk saling berbagi informasi atas kamajuan pendidikan siswa di kelasnya.
Penggunaan teknologi yang tepat justru akan semakin memperkuat pemahaman para siswa atas pelajaran yang diajarkan di kelas. Dan karena teknologi sudah menjadi bagian hidup sehari-hari siswa, maka pengajaran yang memanfaatkan teknologi akan lebih menyatu dalam kehidupan para siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar