Pensil dan kertas telah menjadi
bagian penting bagi siswa untuk belajar di kelas. Dan dengan makin pesatnya
perkembangan teknologi informasi, mungkinkah teknologi media sosial menjadi
alternatif siswa untuk belajar di kelas?
Anak-anak kini mengenal teknologi
sejak usia dini, bahkan sebelum mereka masuk ke pendidikan sekolah sudah akrab
dengan teknologi. Mereka sudah akrab bermain dengan komputer tablet dan
berinteraksi secara online, bahkan terbiasa menerima informasi secara cepat
dari internet.
Di sini menuntut para pengajar untuk
berkembang dan up to date. Memfungsikan teknologi dan media sosial sebagai
alternatif pengajaran di kelas. Bukankah siswa sudah terbiasa menerima
informasi secara cepat di internet?
Pengajar harus bisa mengikuti
kebutuhan siswanya. Di sinilah teknologi dan media sosial menjadi penting
perannya. Bukan hanya meningkatkan ketrampilan mereka dalam penggunaan
teknologi, tetapi juga menikmati manfaat pengajaran melalui teknologi, seperti:
·
Kolaborasi -
siswa bisa belajar dan berkolaborasi dengan teman dan gurunya kapanpun dan
dimana saja.
·
Umpan balik
dan Dorongan - siswa bisa sharing untuk mendapat umpan balik serta dorongan
dari teman-temannya secara online.
·
Komunikasi -
media sosial membuat guru dan siswa bebas berkomunikasi di luar kelas, karena
informasi bergerak sangat cepat dan tidak mungkin menunggu dalam pertemuan di
kelas.
Apa Yang Perlu Diwaspadai?
Teknologi bukanlah untuk mengganti
sistem pengajaran di kelas ataupun mengganti peran pengajar. Teknologi hanya
sebagai pelengkap dalam pengajaran dan bukan untuk menggantikannya. Itulah
mengapa pendidikan karakter mengharuskan sistem pengajaran yang utuh antara
guru dan siswanya.
Siswa terbiasa membuat gagasan
pendek, cepat, parsial dan tidak utuh, karena itulah kebiasaan yang sering
dilakukan dalam media sosial. Sementara untuk keperluan tugas sekolah kebiasaan
menulis yang baik, mendalam dan utuh menjadi tujuan utamanya. Proses inilah
yang didapat dari pengajaran di kelas.
Berbahasa dalam komunikasi di media
sosial adalah berbeda dengan bahasa dalam penulisan akademis, dan siswa harus
senantiasa memahami perbedaan-perbedaan yang terus berkembang ini. Jadi
pengajaran di kelas menjadi tidak bisa dielakkan.
Apa Yang Diharapkan dari Alternatif
Pengajaran Ini?
Siswa sudah sangat akrab dengan
teknologi, dan mereka rata-rata menikmati teknologi. Mengajar dengan
memanfaatkan teknologi akan membuat cara belajar yang lebih bergairah untuk
siswa, sehingga siswa terus belajar dan belajar. Pengajar juga bisa
berkomunikasi tidak hanya dengan siswanya, melainkan juga dengan orang tua
siswa untuk saling berbagi informasi atas kamajuan pendidikan siswa di
kelasnya.
Penggunaan teknologi yang tepat
justru akan semakin memperkuat pemahaman para siswa atas pelajaran yang
diajarkan di kelas. Dan karena teknologi sudah menjadi bagian hidup sehari-hari
siswa, maka pengajaran yang memanfaatkan teknologi akan lebih menyatu dalam
kehidupan para siswa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar